Hizbul Wathan Gunungkidul

Visi dan Misi

Sejarah

Gerakan yang tumbuh dari pendidikan.

Hizbul Wathan tumbuh dari tradisi pendidikan Muhammadiyah yang dekat dengan kehidupan, alam, dan masyarakat.

Pada 1916, KH Ahmad Dahlan mengikuti pengajian SAFT di Surakarta dan melihat latihan JPO. Setelah kembali ke Yogyakarta, Sumodirjo dan Sarbini merintis latihan baris-berbaris, olahraga, dan P3K. Pada 1918 berdiri Padvinder Muhammadiyah. Nama diganti menjadi Hizbul Wathan atas usul Haji Hadjid.

Buku Tuntunan Hizbul Wathan Kenang-Kenangan, Madjlis Hizbul Wathan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Januari 1961.

Visi

arah gerakan

Menjadi gerakan kepanduan berkualitas yang selalu dibutuhkan, dihormati, dan dicintai anak didik, orang tua, guru, masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dan warga Muhammadiyah.

Misi

cara bertumbuh

1) Membentuk kader Muhammadiyah yang handal dan berakhlak mulia. 2) Membina remaja Muhammadiyah yang sehat jasmani dan rohani. 3) Meningkatkan SDM yang kreatif, cerdas, terampil, dan percaya diri.

Aktualisasi HW

Nilai yang hadir dalam kegiatan.

  1. Di luar lingkungan pendidikan keluarga dan sekolah
  2. Pendalaman kehidupan beragama
  3. Permainan yang menyenangkan
  4. Ada unsur tantangan dan petualangan
  5. Di alam terbuka
  6. Kegiatan bersama anak-anak dan orang dewasa berjiwa muda
  7. Ada keterbukaan dan kebebasan berpendapat dan berkreasi
  8. Mengasah keterampilan
  9. Mengikuti perkembangan IPTEK
  10. Kesediaan menolong sesama
  11. Nonpolitik
Bahan pendukung Kwarda HW Gunungkidul.